Berawal dari mimpi menjadi sebuah pengusaha rakyat

Mimipi saya adalah mempunyai sebuah restoran di tempat sekitar tempat wisata yg terkenal agar membuat usaha saya berjalan lancar dan bisa membuka lapangan pekerjaan bagi org yg membuthkan dan bagi masyarakan sekitarannya. Memiliki sebuah restoran atau kafe dapat memberikan kepuasan besar. Namun, sering kali, usaha jenis ini sulit untuk dikelola. Sekitar 30% dari restoran independen tutup dalam tahun pertama setelah dibuka. Meski demikian, semakin lama Anda mengelola usaha ini, semakin kecil kemungkinan Anda untuk bangkrut. Sama halnya dengan memulai usaha lainnya, Anda harus memperhitungkan banyak hal sebelum membuka kafe atau restoran Anda. Contoh: apakah Anda akan membutuhkan pinjaman uang? Berapa banyak uang yang akan Anda butuhkan? Di mana lokasi usaha Anda nantinya? Bagaimana Anda bisa menarik pelanggan dan bersaing dengan restoran serta kafe lainnya? Oleh karena itu, berikut adalah beberapa hal yang dapat membantu Anda dalam menyusun rencana guna membuka usaha Anda sendiri.Pastikan bahwa berwirausaha merupakan hal yang tepat untuk Anda. Sebagian besar pemilik restoran dan kafe bekerja karena dorongan gairah. Hal tersebut membuat mereka mampu melalui saat-saat sulit dan menghadapi risiko kegagalan yang selalu menyertai pengusaha kecil.Selain memiliki gairah, Anda juga harus memastikan bahwa kepribadian Anda cocok untuk menghadapi ketidakpastian yang senantiasa membayangi dunia kewirausahaan.
Sebagai contoh, apakah Anda merasa nyaman menghadapi ketidakpastian? Apakah Anda berani melakukan sesuatu hal yang berisiko tinggi?
Seberapa nyaman Anda mempromosikan diri Anda sendiri? Dapatkah Anda menjual usaha Anda kepada komunitas terdekat sekaligus orang-orang asing?
Apakah Anda bersedia untuk bekerja dari pagi hingga malam untuk menjaga kelangsungan usaha Anda?
Apakah Anda merasa nyaman untuk bertanggungjawab atas kesuksesan atau kegagalan Anda sendiri?
Apakah Anda menikmati kegiatan pemecahan masalah dan upaya berpikir kreatif?Teliti lingkungan sekitar. Daerah lingkungan tempat Anda akan membuka restoran atau kafe akan memiliki pengaruh signifikan untuk kesuksesan. Sangatlah penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor seperti lokasi, seberapa cepat Anda dapat mengembangkan usaha Anda, dan apa yang membedakan usaha Anda dari pesaing Anda.
Anda harus melakukan riset pasar yang signifikan guna mempelajari lokasi terbaik, jenis konsumen yang Anda bisa targetkan, dan kebutuhan yang dapat Anda penuhi.
Sumber-sumber referensi seperti Badan Pusat Statistik dapat membantu Anda dalam memperoleh data-data industri.Bicaralah dengan para pemilik usaha kecil lainnya di daerah Anda. Membangun jaringan dengan para pemilik kafe dan restoran akan membantu Anda dalam memahami proses pembukaan usaha secara langsung.
Diskusikan tantangan dan kesulitan yang mereka hadapi serta strategi untuk menghadapinya.
Ingatlah bahwa membangun jaringan merupakan suatu proses timbal-balik. Pastikan Anda berterima kasih kepada orang-orang yang telah menyediakan waktu untuk berdiskusi dengan Anda; setelahnya, apabila usaha Anda telah berdiri dan berjalan, tawarkanlah bantuan kepada mereka. Tindakan ini akan menunjukkan itikad baik Anda sebagai pengusaha.Tentukan target pasar. Anda harus menentukan pangsa pasar yang Anda targetkan. Walaupun sebagian besar orang akan makan di luar rumah beberapa hari sekali, tidaklah mungkin menargetkan semua orang tersebut. Biasanya, upaya melakukannya akan membuahkan kegagalan. Oleh karena itu, fokuslah pada golongan konsumen yang dapat Anda tarik kepada restoran dan kafe Anda.
Sebagai contoh, restoran yang menghidangkan steik, makanan Cina, pasta Italia, dan makanan laut segar sekaligus akan membingungkan konsumen. Suatu usaha yang berspesialisasi dalam satu area khusus lebih berkemungkinan untuk bisa menarik pelanggan. Pilihlah beberapa hal yang dapat dilakukan oleh restoran Anda dan lakukan hal-hal tersebut sebaik mungkin.
Anda juga sebaiknya mempertimbangkan faktor demografi lokal. Konsumen seperti apa yang sering menyambangi restoran setempat? Apakah anak-anak muda, yang cenderung memilih makanan cepat saji yang praktis atau menu yang unik? Apakah para keluarga, yang sering kali berfokus pada harga dan kenyamanan? Ataukah para pekerja profesional, yang cenderung mencari tempat makan yang megah dan mewah?
Anda sebaiknya menyeimbangkan antara menarik golongan yang belum tereksploitasi dengan menghindari menarget pelanggan yang sulit untuk ditarik.
Anda juga sebaiknya menentukan apakah Anda ingin membuka restoran cepat saji, menengah, atau mewah. Mengetahui pilihan dan demografi konsumen di sekitar tempat usaha Anda akan membantu menentukan jenis restoran seperti apa yang paling munTentukan konsep. Seluruh restoran membutuhkan suatu “konsep” atau sesuatu yang membuat pelanggan mengetahui garis besar menu di dalamnya. Konsep tersebut tidak perlu rumit atau mahal; yang terpenting, Anda dapat menggambarkan dengan jelas “visi” yang akan ditawarkan oleh restoran Anda.
Sebagai contoh, apabila Anda menyukai ayam goreng dan makanan tradisional buatan kakek-nenek Anda, memusatkan menu pada hal tersebut akan menjadi “konsep” untuk Anda. Dengan demikian, Anda tidak akan menawarkan hamburger atau makanan Korea di restoran Anda.
Pertimbangkan juga lokasi usaha. Sebagai contoh, restoran dengan tema makanan laut akan maju apabila lokasinya berada di dekat sungai atau pantai. Hasilnya akan berbeda jika berada jauh di pegunungan karena biaya untuk memperoleh bahan-bahan berkualitas akan menjadi lebih mahal.
Kafe dengan konsep khusus juga kini semakin diminati. Konsumen akan tertarik untuk membeli kopi yang dibuat dengan tangan, organik, dan memiliki tanda-tanda kualitas unik lainnya. Tentukan apakah Anda ingin membuka kafe seperti itu atau kafe tradisional yang biasa.Tentukan apakah Anda ingin memulai dari nol atau membeli usaha yang sudah ada. Walaupun kegagalan dari membuka restoran independen jauh lebih rendah dari yang biasa diperkirakan (hanya sekitar 30% pada tahun pertama berdiri), jumlah usaha yang dijual jauh lebih tinggi. Para pemilik restoran dan kafe sering kali memutuskan untuk menjual usaha mereka kepada pemilik baru. Apabila Anda menemukan sebuah restoran yang sudah cukup sukses, membelinya bisa menjadi pilihan yang bagus.
Apabila Anda memilih cara ini, pastikan Anda tetap meriset alasan pemilik sebelumnya ingin menjual restorannya. Apakah restoran tersebut bisa menghasilkan profit? Apakah jumlah pelanggannya bagus? Apakah pemilik sebelumnya ingin pensiun, atau restorannya sedang mengalami masalah?
Pilihan lainnya adalah dengan waralaba. Membuka sebuah rumah makan dari waralaba yang sudah sukses dapat menjadi cara yang bagus untuk memperoleh merek yang terkenal dan akses pada pangsa pasar secara langsung. Namun, Anda tidak akan memiliki kendali yang sama banyaknya atas produk dan pengelolaan usaha dibandingkan dengan apabila Anda membuka restoran Anda sendiriKalkulasi dana yang dibutuhkan. Sebuah restoran atau kafe akan membutuhkan kapital yang mencukupi pada awal mulanya dibuka. Jumlah dana yang Anda butuhkan akan sangat bervariasi tergantung pada lokasi, skala usaha, dan seberapa banyak investasi yang dibutuhkan. Saat ini, telah tersedia beberapa kalkulator daring yang dapat Anda gunakan untuk memperoleh jumlah kasar dana yang diperlukan untuk memulai usaha Anda.
Sebaiknya, Anda tidak terlalu berambisi terlalu besar di awal.Setelah Anda membangun reputasi menu yang Anda tawarkan, barulah Anda bisa meningkatkan kapital.Anda dapat memulai dengan sebuah kios kecil yang berfokus pada penyediaan satu menu minuman atau makanan yang lezat.
Pastikan Anda juga meneliti gaji pegawai rata-rata di daerah Anda. Data ini akan dibutuhkan saat Anda menulis rencana usaha.
Rencanakan untuk tidak memperoleh profit selama setidaknya enam bulan. Sisihkan uang di awal untuk menutupi pengeluaran pribadi Anda selama enam bulan.Tulis rencana usaha. Dengan adanya rencana usaha yang baik, Anda akan memastikan tidak adanya hal-hal yang gawat dan mengejutkan setelah Anda membuka restoran atau kafe Anda.Kementerian Perdagangan Republik Indonesia memiliki Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) yang melatih para pemilik usaha kecil untuk menyusun rencana usaha dan memulai bisnis. Secara umum, Anda harus mempertimbangkan dan menuliskan hal-hal berikut:
Sebuah rencana usaha terdiri atas banyak elemen. Sangatlah penting untuk memiliki gambaran jelas mengenai identitas restoran yang akan Anda dirikan, termasuk menu makanan yang akan disajikan, lokasinya, dan tujuan jangka pendek dan panjangnya.
Jabarkan semua biaya dengan jelas. Tuliskan biaya sewa tempat atau harga tanah, jumlah gaji yang akan diberikan, asuransi, mebel dan perlengkapan, bahan makanan, dsb.
Susun strategi pemasaran yang jelas. Anda harus memiliki target pasar yang jelas dan tindakan apa yang harus Anda lakukan untuk menarik mereka. Anda juga harus mengetahui siapa pesaing-pesaing Anda dan bagaimana Anda akan bersaing dengan mereka. Dalam bagian ini, Anda juga harus menjabarkan biaya rata-rata untuk pemasaran, legalisasi, dan perizinan yang diperlukan.
Tuliskan menu. Pastikan Anda mengetahui dengan jelas makanan yang akan disajikan di restoran Anda. Ketahui penyuplai tempat Anda akan membeli bahan makanan dan harga dari tiap-tiap bahan makanan tersebut. Pertimbangkan harga bahan mentah dalam menyusun harga pada menuAmankan pendanaan. Setelah Anda memiliki rencana usaha yang kuat, Anda akan harus mengamankan dana yang diperlukan. Jumlah dana tersebut akan bervariasi dari beberapa puluh juta saja hingga miliaran rupiah.Jangan meminjam atau mengeluarkan uang lebih banyak dari yang Anda butuhkan.
Anda dapat menggunakan dana pribadi sebagai modal awal.
Anda juga bisa memiliki satu atau dua rekanan, terutama apabila rencana usaha Anda sangat meyakinkan. Namun, sebelumnya, pastikan Anda telah menyusun perjanjian rekanan yang bagus.
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah, Serta Perdagangan dapat menghubungkan Anda dengan para pemberi dana dan investor lainnya

Published by aristapriana

Cama stp Bali 2019

Leave a comment

Design a site like this with WordPress.com
Get started